Saya rindu Renungan Pemuda Remaja Inspiratif ini menjadi berkat untuk Pemuda Remaja GKE.

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 6 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 7 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 8 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 16 Maret 2017

THE BEST IS YET TO COME


Bacaan :  Yeremia 29 : 10 – 14
 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan
Yeremia 29 : 11

Sahabat Muda, pernah yang namanya menunggu, pasti seringlah. Kata “menunggu” itu tidak kita senangi, pasti. Tetapi ternyata dari kata itu ada sesuatu makna yang tersirat didalamnya. Menunggu itu sebenarnya asik, kok bisa? Iya karena ada kesabaran, kok bisa? Iya, dengan kita menunggu berarti kita melatihan kesabaran.

Sahabat Muda, ketika kita tidak sabar, maka kita tidak mau masuk dalam suatu proses. Sadar tidak sadar proses itu yang seharusnya akan membentuk hidup kita. Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya yaitu kita. Apakah yang terbaik dari Tuhan itu sudah sesuai kehendak kita? Tentu kita akan menjawab tidak, karena tidak sesuai dengan kehendak kita. Sebenarnya apa yang diberikan Tuhan itu sudah yang terbaik untuk kita.

Sahabat Muda, Pdt. Eka Darmaputra pernah mengatakan begini waktu beliau sakit “Justru dalam kelemahanku, Tuhan selalu ada, aku melihat Tuhan”. Dalam kehidupan kita sesuatu hal yang diberikan Tuhan itu selalu yang terbaik, tetapi kita tidak menyadari hal itu. Kita selalu ingin sesuatu hal yang kita minta seperti yang kita inginkan

Sahabat Muda, dalam Yeremia 29 : 11, dan Yeremia 1 : 5, disitu dikatakan bahwa Tuhan selalu punya rancangan atas hidup kita. Tuhan sudah tahu bagaimana jalan hidup kita. Tuhan sudah mengetahui apa yang kita perlukan. Tuhan adalah seorang sutradara dalam hidup kita. Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Tuhan tidak diam, Ia selalu bersama kita. Tetapi kita tidak menyadari hal itu semuanya karena keegoan kita.

Sahabat Muda, kita harus proaktif untuk menemukan, melihat, dan mencari rancangan Tuhan. Bagaimana caranya untuk menemukan rancangan Tuhan?

  1.  Bangun keintim, dalam Yohanes 14 : 10 dikatakan bahwa Ia punya keintiman, kesatuan dengan bapaNya. Artinya kita harus intim kepada Tuhan agar relasi tetap terjaga. Keintiman kepada Tuhan dapat kita lakukan dengan cara baca kita suci, doa setiap hari, dll. Dengan keintiman kita dengan Tuhan kita akan melihat ataupun mengerti apa yang diberikan Tuhan itu adalah yang terbaik untuk kita.
  2.  Berusaha, dalam Matius 7 : 7 dikatakan bahwa Tuhan ingin kita selalu berusaha. Kita diberikan akal pikiran oleh Tuhan, dengan adanya akal pikiran itu artinya kita dituntut untuk berusaha. Tuhan ingin kita jangan berdiam diri, harus usaha dan terus berusaha. Tuhan tidak memberikan dengan cuma-cuma, tetapi kita harus terus berusaha.   


Sahabat Muda, bersabar dan menunggu dalam penantian dan cobaan untuk menemukan kehendak Tuhan. Kita harus tetap berjalan dan melakukan yang terbaik dalam perjalanan hidup kita. Lakukan itu, maka kita akan berjalan dengan sukacita. Amen.  

 (Salam From tdvdonny)



Minggu, 26 Februari 2017

HIDUPKU, HIDUPMU ADALAH KITAB TERBUKA UNTUK MEMULIAKAN TUHAN

Bacaan :  II Korintus 3 : 1 – 6
 “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayan kami, ditulis bukan dengan tintah, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup,…..
II Korintus 3 : 2 - 3

Sahabat Muda, sadar atau tidak sadar, kita setiap hari bahkan setiap waktu atau setiap saat sedang menulis sebuah perjalanan atau sejarah, yakni sejarah hidup kita masing-masing. Setiap saat pula orang-orang memperhatikan dan membaca apa yang kita tulis. Mereka akan senang ketika kita menulis hal-hal yang baik, dan mereka akan tidak suka ketika kita menulis hal-hal yang jelek. Tanpa kita sadari lembaran demi lembaran yang telah kita tulis akan berdampak dan akan kita tinggalkan untuk generasi sesudah kita, entah itu sejarah yang baik ataupun sejarah yang buruk.     

Sahabat Muda, dalam bacaan 2 Korintus 3 : 1 – 6, disitu Rasul Paulus mengatakan bahwa ia melayani tanpa mengharapkan pujian dari orang lain. Orang yang dilayani itulah yang merupakan buku yang berisi kisah tentang pelayanan Rasul Paulus. Mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus melalui pelayanan Rasul Paulus itu menjadi sebuah kitab yang terbuka, yang bias dibaca oleh semua orang. Itulah buku yang sebenarnya, yang terbukti benar dan tidak mengandung kebohongan.

Sahabat Muda, bagaimana hidup kita sebagai orang muda Kristen seharusnya dalam hal pelayanan atau memuliakan Tuhan :
1.Dalam 2 korintus 3 : 2 dikatakan bahwa pelayanan tidak harus membutuhkan pujian. Surat pujian tidak tertulis tetapi ada dihati setiap orang banyak. Hidup kita adalah surat pujian yang biss dilihat, dinilai, dan dibaca banyak orang.
2.Dalam 2 Korintus 3 : 2 dikatakan bahwa kita adalah surat Kristus, tidak ditulis dari tintah, tetapi dari Roh Allah yang hidup dalam perjalanan hidup kita.  

3.Dalam 2 Korintus 3 : 5 dikatakan bahwa segala sesuatu terjadi dalam hidup kita, terjadi hanya pekerjaan Allah saja, bukan pekerjaan kita sendiri. Roh Allah yang selalu memimpin kita sesuai dengan kehendak Allah.  

Sahabat Muda, sejarah terus berjalan, kita adalah surat Kristus, kitab yang terbuka yang dipakai Allah untuk bersaksi dalam setiap perjalanan hidup kita. Kita digerakkan oleh Roh Allah menjadi kitab yang terbuka bagi orang-orang disekitar kita.

Sahabat Muda, sudahkan kita benar-benar menjadi saksi bagi Kristus untuk orang-orang disekitar kita!. Menjadi kitab terbuka bagi setiap orang! Atau tidak sama sekali!

Sahabat Muda, saat ini, detik ini, Tuhan memanggil kita untuk tetap setia menjadi kitab terbuka, menjadi berkat dalam setiap perjalanan hidup kita bagi orang lain. Amen.
 (Salam From tdvdonny)


Jumat, 01 April 2016

KEBANGKITAN KRISTUS MENGUBAH ARAH TUJUAN HIDUP

BELAJAR DARI PERUBAHAN RASUL PAULUS

Sahabat Muda, Thomas Carlyle menuliskan “The man without a purpose is like a ship without a rudder – a waif, a nothing, a not man” yang artinya “Manusia tanpa sebuah tujuan adalah ibarat sebuah kapal tanpa kemudia – anak terlantar, bukan apa-apa, bukan siapa-siapa”. Sebuah kapal tanpa kemudi menggambarkan manusia tanpa sebuah tujuan, yang bergerak tanpa arah, tanpa makna, ikut arus dan tidak jelas.  
Sahabat Muda, manusia tanpa tujuan seperti ini sering dipandang sebagai “Manusia Zombie” yaitu manusia tanpa roh, yang bergerak tak tentu arah, bergerak hanya untuk mendapatkan asupan dirinya. Banyak manusia hidup dan bergerak tanpa tujuan yang jelas dan bernilai, cenderung hanya untuk mendapatkan asupan dirinya, entah berupa material, kesenangan diri, atau kehormatan diri.
Sahabat Muda, zaman sekarang ini banyak diantara kita hidupnya digerakkan oleh materialisme “yaitu memilih lebih banyak harta, maka aku lebih aman, lebih hebat, dan lebih bahagia” itulah filsafat hidup mereka, yang lain berpangan “aku belanja, maka aku ada”. Selain digerkaan oleh materialisme, ada juga yang digerakkan oleh rutinisme yaitu “apa yang sudah ada, itulah yang terus kujalani”. Ada juga digerakkan oleh luka-luka masa lalu, luka kebencian dan kemarahan, dan kebutuhan akan pengaakuan diri. Semua ini sesungguhnya adalah gerakkan yang nihil tujuan yang jelas dan bernilai.
Sahabat Muda, kita bisa lihat dari kisah hidup Rasul Paulus, ia pernah mengalami hal seperti ini. Sebelum rasul Paulus menjadi pengikut Kristus, ia adalah orang yang digerakkan oleh kebutuhan akan pengakuan diri, ia seorang murid yang cakep, teguh, berpendidikan, serius, dan seoarang murid yang lebih maju daripada teman-temannya (Gal 1 : 14). Dan lebih kejam lagi dia adalah seorang Farisi yang “brutal maksimal”, seorang penganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya (Gal 1 : 13).
Sahabat Muda, namun apa yang terjadi dalam hidup Rasul Paulus, ketika Rasul Paulus dalam perjalanan ke Damsyik, ia berjumpa Yesus yang bangkit. Perjumpaan itulah yang mengubah hidup Rasul Paulus, ia menerima kasih Allah (1 Tim 1 : 12-17).
Sahabat Muda, Rasul Paulus mengalami perubahan yang besar dalam hidupnya, yang dahulu hidupnya digerakkan oleh kebutuhan akan pengakuan diri, oleh hal-hal lahiriah. Kini menjadi Paulus yang digerakkan oleh pengenalan akan Allah di dalam Kristus yang bangkit (Filipi 3 : 10-11). Kita tidak akan menjadi “Zombie” jika kita sungguh hidup dan bergerak dengan tujuan yang jelas dan benar. Amen.
(Di ambil dari Warta Paskah GKI 2016)

(Salam From tdvdonny)

Senin, 08 Februari 2016

PERGUMULAN HIDUP DISITULAH ADA KEKUATAN ALLAH

Bacaan :  II Korintus 12 : 1 – 10
 “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna
II Korintus 12 : 9a

Sahabat Muda, Siapa dari kita yang tidak pernah merasakan tekanan hidup? Apapun status sosial, profesi, dan bagaimanapun tingkat kemapanan hidup kita tetapi yang namanya pergumulan hidup pasti akan kita rasakan. Bahkan ada kalanya kita akan berada pada situasi dimana kita merasa tidak dapat lagi berbuat apa-apa untuk menyelesaikan masalah yang ada. Kita bisa lihat bagaimana kisah kehidupan Raja Daud, dia seorang raja yang mengalami banyak pergumulan dalam hidupnya. Bagi Raja Daud untuk menghadapi pergumulan itu tidak mudah, tetapi disitulah kekuatan Allah bekerja bersama Raja Daud, (2 Samuel 5 : 10 : “Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN, Allah semesta alam, menyertainya.”).
Sahabat Muda, ada sebuah kata bijak begini “We don’t grow when things are easy; we grow when we face challenges” kata bijak ini ingin mengiatkan kita, bahwa hidup ini tidak tumbuh dari hal-hal yang mudah, tetapi hidup kita tumbuh ketika kita menghadapi tantangan. Berarti pergumulan hidup adalah kekuatan Allah.
Sahabat Muda, jangan merasa diri kita tidak berarti karena kita mengalami penolakan, permasalah, bahkan pergumulan dalam hidup kita. Tuhan Yesus juga pernah mengalaminya. Mari kita lihat dalam Markus 6 : 1 – 5, dikatakan bahwa Tuhan Yesus ditolak di kotanya sendiri. Kisah yang sama didalam bacaan kita hari ini yaitu di II Korintus 12, dimana Rasul Paulus mengalami pergumulan yang hebat di dalam perjalan hidupnya. Kita tahu bahwa kisah Rasul Paulus ini adalah seorang antikris. Tetapi apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus pada pasal 12 ayat 9a dalam bacaan kita hari ini, ia mengatakan bahwa “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” disambung dengan ayat 10 dikatakan “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” kita bisa lihat kisah-kisah nyata dalam “Never Give Up” dalam kehidupan ini. Kita bisa lihat kisah hidup Ron Heagy mohon maaf dia seorang yang cacat dalam hal fisik, ia tidak punya tangan dan kaki, tetapi ia mengatakan bahwa dalam kekuranganku aku bisa melihat dunia ini.
Sahabat Muda, kekuatan Allah selalu ada karena 1) Allah berkarya dalam hidup kita; 2) Allah berkarya dalam setiap pergumulan hidup; 3) Allah hadir menguatkan kita dalam segala pergumulan. Allah menguatkan ketika aku lemah. Kekuatan Allah menyegarkan aku kembali, membuat aku kuat dalam melangkah. Jika aku lemah, maka aku kuat. Jika aku bergumul disitulah ada kekuatan Allah. Amen.
(Salam From tdvdonny)

Minggu, 07 Februari 2016

ORANG MUDA SIAP MELAYANI

Bacaan :  Matius 20 : 20 - 28
 “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Matius 20 : 28

Sahabat Muda, kita sebagai kaum muda yang merupakan generasi penerus Gereja harus berani menjadi terang dan garam dunia. Tentunya dalam porsi kita masing-masing. Setiap kita memiliki talenta yang berbeda-beda. Bapa telah mengaruniakan dan membekali anak-anaknya dengan kemampuan yang beragam, dengan maksud agar kita mengembangkannya, seperti perumpamaan tentang talenta dalam Injil Matius (Mat. 25:14-30).
Sahabat Muda, dalam pelayanan kita, kita tidak harus menjadi matahari yang gagah dan mampu menyinari setiap penjuru dunia. Cukuplah menjadi lilin kecil yang rela meleleh untuk menerangi ruang yang gelap dan kosong. Beberapa dari antara kita mungkin ada yang berpikiran, “Untuk apa aku melayani? Males ah.. Itu adalah tugas mereka orang dewasa.” Atau ada juga yang berpikiran, “Aku ini masih muda, apa yang bisa aku lakukan dengan segala keterbatasanku?”, atau saat kita berbeda pandangan dengan rekan-rekan, kita terkadang terlalu cepat mengambil keputusan untuk apa saya melayani, saya tidak layak. Atau saya mundur saja dari pelayanan ini.
Sahabat Muda, justru kita orang mudalah masa depan Gereja. Bila tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Bukan tunggu nanti sudah tua kita baru mau melayani. Melayani itu tidak semata-mata berdiri di depan mimbar, menjadi singer, pemain musik, atau hal-hal lain yang indentik dengan “tampil ke muka umum”. Namun, melayani dalam arti yang sesungguhnya (paling tidak bagi saya) adalah dimana kita berani menjadi saksi Kristus lewat tingkah laku kita yang konkrit dengan segala keberadaan dan kerelaan hati kita. Menurut saya, itu sudah cukup untuk menjadi seorang pelayan sejati. Dalam melayani pasti ada saja tantangan dan godaan.
Sahabat Muda, Tuhan tidak pernah melihat kemampuan atau ketidakmampuan kita. Tidak juga kehebatan atau kecakapan kita. Yang Ia lihat hanyalah kesediaan kita untuk menjadi pelayan-Nya yang taat dan setia. Jangan takut untuk berkarya walau kita masih muda karena orang-orang muda siap melayani bersama Tuhan. (Ferli K).

(Salam From tdvdonny)

Selasa, 20 Oktober 2015

BERANI BERTANGGUNG JAWAB

20 Oktober 2015
Bacaan :  Roma 14 : 1 - 12
 “Demikian setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah
Roma 14 : 12

Sahabat Muda, pernah terlibat dalam sebuah kepanitian dalam sebuah kegiatan? Pasti pernahlah, walaupun hanya anggota dari kepanitian itu. Pernah tidak kita berpikir apa sih pengalaman yang kita dapat ketika terlibat dalam kegitan tersebut? Salah satu pengalaman yang kita dapatkan adalah pengalaman dalam hal “Bertanggung jawab”, betul tidak? Semua yang terlibat dalam kepanitian tersebut harus bertanggung jawab sesuai dengan posisinya masing-masih tu. Pastinya setiap tanggung jawab yang dimilik wajib dipertanggungjawabkan kepada atasannya masing-masing.     
Sahabat Muda ada seorang penulis bernama Ann Landers pernah menulis puisi keren. Puisinya seperti ini :
Jika engkau membuka, tutuplah kembali.
Jika engkau menyalakan, matikanlah lagi.
Jika engkau melepaskannya, ikatkan kembali.
Jika engkau merusak, perbaikilah.
Jika engkau tidak dapat mengerjakannya, carilah orang lain yang dapat mengerjakannya.
Jika engkau meminjam, kembalikanlah.
Jika engkau menggunakannya, peliharalah sebaik-baiknya.
Jika engkau mengotori, bersihkanlah.
Jika engkau mengambilnya, kembalikan ke tempatnya.
Jika engkau membutuhkan sesuatu, mintalah izin.
Jika engkau tidak tahu bagaimana menggunakannya, jangan sentuh.
Jika sesuatu tidak menyangkut kepentinganmu, jangan mengganggu.
Jika engkau tidak berhasil melaksanakan sesuatu, dan engkau mencoba segala sesuatu yang lain, cobalah membaca keterangan-keterangan yang berhubungan dengan itu.
Sahabat Muda, puisi diatas mengitakan kita agar menjalani hidup ini dengan tanggung jawab. Ada banyak orang yang melupakan, bahkan melarikan diri dari tanggung jawab. Kita bisa lihat banyak orang yang hidup sembrono, asal-asalan, gak tau tapi sok ngerti, yang pada akhirnya Cuma ngerugiin orang lain saja, satu sumber penyebabnya itu karena mereka gak hidup dengan tanggung jawab.
Sahabat Muda, kita bisa lihat pada bacaan kita hari ini, tepatnya Roma 14 : 12 berkata “Demikian setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah”. Rasul Paulus berani mempertanggung jawabkan segala sesuatu yang telah dia lakukan sebagai pemberita kebenaran Firman Tuhan. Perlu kita ingat, kita bukan diciptakan tanpa tujuan tujuan dan tanggung jawab. Kita diciptakan dengan sebuah tujuan dan tanggung jawab yang mana bila tiba saatnya kita kembali menghadap Tuhan, tanggung jawab yang telah diembankan kepada kita itu harus bisa kita pertanggung jawabkan kehadapan-Nya.
Sahabat Muda, ingat kali tanggung jawab tuh gak cuma dituntut oleh orang tua, guru, dosen, pacar, bos, teman, dll, tetapi juga oleh Tuhan. Sebagai orang muda, kita harus berani belajar untuk bertanggung jawab, sikap tanggung jawab ini sangat penting bagi orang muda. Jadi sahabat muda, mulailah kita berpikir positif untuk bertanggung jawab setiap apapun yang kita kerjakan karena rasa tanggung jawab akan memberikan kita kekuatan, daya pikir, menemukan ide, menemukan solusi dan jangakauan bertindak lebih luas. Amen.

(Salam From tdvdonny)

Jumat, 16 Oktober 2015

HATI GEMBIRA ITU OBAT

16 Oktober 2015
Bacaan :  Amsal 15 : 13 - 15
 “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat
Amsal 15 : 13

Sahabat Muda, saya punya kisah : suatu hari saya ketemu teman lama. Ketika itu saya lihat rawut mukanya lagi tidak bersemangat alis lagi murung “galau gitu lah”. Ketika itu saya bertanya kepada dia, kenapa kok murung begitu? Lagi ada masah ya? Saat itu juga dia jawab “iya bro”, gua lagi patah hati ni di tinggal pacar alis diputus pacar bro. Gua masih sayang baeng ama dia bro, serasa hidup gua hampa, gak bisa hidup tanpa dia bro. Singkat cerita semejak teman gua ini pisah sama pacarnya, kelakuannya berubah total, yang dulunya aktif melayani di gereja. Tapi sekarang menjadi tidak mau kegereja, gampang tersinggung, lebih banyak menghabiskan waktunya keluyuran sampe tengah malam, minum-minuman, lupa belajar, sampai nilai semesternya pun jeblok. Sebagai teman saya prihatin. Patah hari membuat hidup teman gua ini berubah total, nggak lagi semangat untuk menjalani hidupnya.      
Sahabat Muda, dalam kitab amsal dikatakan “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17 : 22) dengan jelas ayat ini mengatakan bahwa kegembiraan yang berasal dari hati sangat bermanfaat, saking bermanfaat hati mampu berfungsi sebagai obat yang manjur. Dalam bacaan kita hari ini mengatakan juga “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat” (Amsal 15 : 13). Hati yang gembira akan mendatangkan senyum ceria, wajah kita terlihat ceria dan berseri-seri. Hati yang gembira dapat mendatangkan kebahagian dan meningkatkan harapan hidup. Sebaliknya kepedihan atau kepahitan hati bisa menjadi racun yang berbahaya bagi hidup kita.  
Sahabat Muda, tekanan hidup terkadang berat untuk dihadapi. Berbagai beban mencoba merampas kegembiraan yang kita miliki dalam hidup ini. Patah hati, putus asa, murung, galau, cemas, depresi, takut, dll. Jika kita biarkan akan menghilangkan senyum dari wajah kita. Fokus pada kekurangan tidak melihat kelebihan dan berkat akan membuat kita kehilangan sukacita didalam hati kita.
Sahabat Muda, sebuah sukacita sejati seharusnya tidak tergantung dari apa yang kita alami dalam perjalanan kehidupan kita sehari-hari. Melainkan karena sukacita sejati sesungguhnya berasal dari Tuhan dan bukan karena keaadaan sekitar kita. Dalam kitab Nehemia berkata “Jangan kamu berusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!” (Nehemia 8 : 10b). Mazmur juga berkata “dan bergembira karena TUHAN :  maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu” (Mazmur 37 : 4). Kegembiraan atau sukacita sejati yang berasal dari Tuhan bahkan mampu menurunkan berkat-berkat Tuhan, memenuhi keinginan hati kita. Meski tekanan hidup sedang berat, kehilangan semangat, dll. Janganlah kita kehilangan sukacita, karena sukacita itu berasal dari Tuhan dan bukan berasal dari situasi hidup yang kita alami. Didalam Amsal 4 : 23 berkata “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”. Sukacita dalam segala keadaan akan membuat kita sembuh dan pulih dari keterpurukan. Mari sobat muda, kita pancarkan kebahagian dari hati kepada orang-orang yang ada disekitar kita. HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT. Amen.
(Salam From tdvdonny)