Saya rindu Renungan Pemuda Remaja Inspiratif ini menjadi berkat untuk Pemuda Remaja GKE

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 6 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 7 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 8 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 20 September 2015

SINGLE HAPPY EXCELLENT

Minggu, 20 September 2015
Bacaan :  Pengkhotbah 3 : 1- 8, 11
 “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir”
Pengkhotbah 3 : 11

Sahabat Muda, siapa yang disini single? Kenpa orang kalau ditanya udah punya pacar belum, pasti mikir dulu bagi mereka yang jomblo, tapi bagi mereka yang sudah punya pacar ditanya seperti itu langsung menjawab tidak banyak mikir lagi.
Sahabat Muda, kita mau renungkan apa maksud dari tema kita “Single Happy Excellent (SHE)”. Kenapa orang malu menyatakan statusnya jomblo? Kenapa ya!!!! Kata orang jomblo itu Free, setuju tidak? Mari kita lihat “Jomblo itu free yaitu Freehatin gitu lho”. Ada juga aggapan : “jomblo itu nasib, single itu prinsip”, ada yang tau bedanya apa? tapi ini mungkin anggapan orang yang tidak mau dipandang sebelah mata.
Sahabat Muda, Sering kali musuhnya jomblo itu apa? musuhnya jomblo itu adalah malam minggu, kalau sudah malam minggu bawaannya bete, tidak semangat. Inilah kenyaataan, anggapan-anggapan masyarakat terhadap orang jomblo. Tetapi tidak semuanya negatif, ada juga yang positif.
Sahabat Muda, dalam pengkhotbah 3 : 1 mengatakan bahwa “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah laingit ada waktunya” jadi setiap hal dalam hidup kita ini ada masanya. Semua dalam hidup ada waktunya. Itulah yang harus kita jalani untuk proses penjalanan hidup kita.
Sahabat Muda, dalam pengkhotbah 3 : 11 dikatakan bahwa”Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir”. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Seperti apa sih indahnya? Indah juga ketika kita harus berjuang, ketika kita harus berharap, ketika kita harus menghadapi kesulitan, ketika kita harus mengalami kegagalan. Kalau orang-orang yang tidak mengenal Tuhan menghadapi semua ini mungkin mereka semangatnya kendor, lama-lama semakin kendor. Tapi karena Tuhan, karena kita berhikmat maka kita tidak mengalami putus asa atau kendor.
Sahabat Muda, kita orang kristen butuh hikmat. Hikmat dalam Tuhan itu membuat kita Excellent. Firman Tuhan saat ini mengingatkan kita supa kita menggunakan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk saling menyemangati sesama kita.
 Sahabat Muda, itulah waktu Tuhan yang mengajarkan kita untuk tidak mengandalkan segala sesuatu dalam pikiran kita, tetapi mengandalkan Tuhan dan berharap hanya pada Tuhan. Sama seperti dalam Yeremia 29 : 11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” ingat firman Tuhan ini, sebab segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita ini adalah rancangan Tuhan. Bahwa segala sesuatu itu adalah baik, baik untuk kehidupan kita .Tuhan sudah janji selalu menyertai hidup kita, baik itu belum tentuk enak terus. Itu baik untuk proses dalam hidup kita, itulah cara Tuhan untuk membentuk kita.
Sahabat Muda, ada harapan yang Yesus selalu berikan kepada kita. Marilah kita berjuang terus mengukir masa depan, renungan hari ini “Single Happy Excellent (SHE)” mengajarkan kepada kita. Kalau kita single melakukan hal sesuatu yang baik, kita harus nikmatin supaya kita happy, apapun berkat Tuhan dalam hidup kita harus kita terima. Kita harus menjadi single yang excellent. Kita harus berhikmat, menghilangkan sesuatu yang negatif dengan kata-kata yang positif. Mari kita menjadi orang-orang yang single happy excellent. Amen.

Di ambil dari SoDa Gembira GKI Salatiga
(Salam from tdvdonny)

Minggu, 03 Agustus 2014

HARI PEMUDA GKE 2014, MOMEN KEBANGKITAN PEMUDA REMAJA GKE

Minggu, 03 Agustus 2014
 
Pemuda dan remaja menjadi satu unsur yang memberikan warna tersendiri dalam dinamika kehidupan sehari-hari. Dengan ide-idenya yang kreatif, dinamis, semangat, menyukai tantangan, dan suka bereksperimen dengan hal-hal yang baru, pemuda remaja hadir sebagai satu bagian yang memberi kontribusi tersendiri. Dan kebanyakan ide-ide baru dan segar lahirnya dari pemikiran pemuda dan remaja.
Berbicara soal keadaan atau kondisi Komisi/Seksi Pelayanan Pemuda Remaja GKE saat ini, Memangnya ada apa? Kenapa dengan Komisi/Seksi Pelayanan Pemuda Remaja GKE sekarang? Pertanyaan itu mungkin terlintas dipikiran saya dan teman-teman saat ini. Mungkin ada beberapa jawaban dari teman-teman yang muncul :
“Enggak apa2 kok, pemuda remaja ditempat gue baik2 saja”,”Saya selalu datang persekutuan kok, walaupun yang datang gak sampai sepuluh orang”,”Walaupun yang melayani persekutuan orangnya itu-itu terus, tapi pelayanan pemuda remaja di gereja ku jalan kok”,”Program kerja kami jalan kok, walaupun pemuda remajanya yang terlibat sedikit” dan lain sebagainya. Saya mau katakan bahwa saat ini Komisi/Seksi Pelayanan Pemuda Remaja GKE sedang “SAKIT KERAS”.
            Ada beberapa permasalahan dan tantangan yang membuat Kondisi Komisi/Seksi Pelayanan Pemuda Remaja GKE ini saya katakan sedang “SAKIT KERAS” :
            Pertama, Kurangnya Koordinasi Antara Pengurus Pemuda Remaja Sinode, Pengurus Pemuda Remaja Resort, dan Pengurus Pemuda Remaja setiap Jemaat sehingga mengakibatkan kepengurusan Pemuda di setiap tingkatan berjalan dan berdiri sendiri-sendiri dan akhirnya karena tidak diperhatikan lama-kelamaan hilang entah kemana.
Kedua, menurunnya animo Pemuda Remaja GKE untuk menghadiri kegiatan-kegiatan GKE khususnya kegiatan atau ibadah yang diadakan oleh Komisi/Seksi Pelayanan Pemuda Remaja GKE. Ada yang lebih senang dan aktif pelayanan dan ibadah di Gereja yang bukan GKE, lebih senang tinggal di rumah menonton TV, lebih senang bekerja, bermain game, dan kehidupan Pemuda Remaja juga sudah sulit dipisahkan dari internet dan sosial media khususnya facebook, twitter, Whatsapp, instragram, BBM, dan sebagainya.
Ketiga, ada banyak Pemuda Remaja GKE yang kesulitan mengatur waktu untuk mengikuti aktivitas kegiatan Komisi/Seksi Pelayanan Pemuda Remaja GKE karena banyaknya tugas sekolah dan bekerja.
Keempat, terbatasnya kesempatan Pemuda Remaja GKE untuk melayani di Gereja karena tertutupnya Gereja terhadap Budaya Pemuda Remaja. Budaya Pemuda Remaja disini diartikan sebagai karakteristik Pemuda Remaja yang ingin mengembangkan kreatifitasnya, ide-ide kreatif, senang mencoba hal baru, tidak menyukai hal-hal yang menoton dan sebagainya. Pera Pemuda Remaja mempunyai cara sendiri untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan, tetapi terkadang mereka bingung dan tidak mendapat tempat di gereja untuk mengembangkan diri, mereka menganggap gereja kurang tanggal membantu mereka dalam menghadapi masalah di seputar kehidupan Pemuda Remaja.
Kelima, kurangnya dukungan Jemaat GKE dalam kegiatan-kegiatan Komisi/Seksi Pelayanan Pemuda Remaja GKE. Apakah karena Pemuda Remaja terlalu kritis dalam menyikapi kaum tua yang sudah mempunyai kedudukan? Atau Kaum Tua terlalu berhitung memakai kalkulator ketika harus memenuhi kehidupan/kegiatan/kreatifitas Pemuda Remaja sehingga kurangnya mendukung dari Jemaat.
Walau ada banyak tantangan dan masalah yang dihadapi, apakah kita akan menyerah pada keadaan tersebut? Justru saatnya ini kita untuk bangkit sebagai Pemuda Remaja GKE. Kita tidak boleh menyerah dengan godaan-godaan yang ada ditengah era post-modern ini. Melainkan kita semakin bekali diri kita dengan firman Tuhan dan saling menguatkan satu sama lain dalam persekutuan gereja.
Marilah kita sebagai Pemuda Remaja GKE menghidupkan kembali persekutuan kita sebagai Pemuda Remaja GKE. Hidup atau tidaknya kehidupan persekutuan pemuda dan remaja ditentukan oleh kita, bukan orang lain. Buatlah persekutuan tersebut sebagai sarana kita untuk dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan membawa berkat serta penguatan bagi sesama.
Marilah kita juga menghayati HARI PEMUDA GKE pada hari ini Minggu, 03 Agustus 2014 . Biarlah HARI PEMUDA GKE 2014 membawa perubahan  bagi Pemuda Remaja GKE kita, buanglah kebiasaan buruk, sifat egois, dan individualisme kita dan HARI PEMUDA GKE 2014 juga dapat kita maknai sebagai bangkitnya PEMUDA REMAJA GKE yang bersatu membawa terang dan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

SELAMAT HARI PEMUDA GKE 2014
HIDUPLAH PEMUDA GKE
AKU MUDA, KAMU MUDA, KITA BISA!!!
“Jangan Tinggalkan GKE, Tetaplah Disini dan Marilah Kita Bangkit Lagi dengan Mengandalkan Kekuatan Tuhan”
Kiranya Tuhan membimbing dan menerangi Pemuda Remaja GKE

03 Agustus 2014,
Salam Hangat.
Tadonny Vani


 

Jumat, 16 Mei 2014

Keep It Simple

Jumat, 16 Februari 2014 
Keep It Simple
Nas bacaan alkitab Mazmur 37 : 1-11
“Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.”  Mazmur 37 : 5

Sobat Muda, ada sebuah kisah seorang reporter mewawancarai seorang pebasket tentang kiatnya jadi jago mencetak angka. “Apa sih rahasia kamu bisa begitu tenang dalam masukan bola ke ring, terutama dalam keadaan sangat sulit?” Si pebasket jawab, “well, aku hanya berusaha menyederhanakan situasinya. Aku Cuma perlu melempar satu lemparan. Saat menembak, aku fokus ke satu lemparan itu saja. Aku gak mikirin tuntutan pelatih atau dari rekan satu tim. Sederhanakan situasinya, itu kuncinya!”
Sobat Muda, sederhanakan. Keep it simple itu pula yang perlu kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Salah satu tokoh bangsa ini, yaitu almarhum Gus Dur sering banget bilang, “Gitu Aja Kok Repot” Ya, lewat ucapan bernada humor itu, beliau juga hendak ngajarin masyarakat Indonesia tentang sebuah kesederhanaan pola piker. Ini tentang gimana kita bisa jadiin masalah besar menjadi kecil dan bukan sebaliknya.
Sobat Muda, ngadepin teman yang bawaannya jutek, egois, pemarah, dan udah gak mempan lagi diomongin, gak usah pusing cari cara, cukup tunjukin sikap kita yang tetap ramah, sabar, en penuh sukacita en cepat atau lambat dia pasti ketularan juga. Ato waktu kita khawatir sama masa depan, gak tau kudu berbuat apa, dll, coba liat dulu masalahmu satu persatu. Selesaikan satu persatu. Jangan ragu juga buat minta nasihat sama orang-orang lain yang lebih dewasa rohani, karena sering kali dari mereka kita bisa lihat sudut pandang yang laen. Kaya aku dulu, lewat ketua komsellah aku berani nulis. Karena dia ngeliat telentaku, yang aku sendiri gak bisa lihat itu.
Sobat Muda, ada banyak persoalan yang buat kita gede banget, sebenarnya itu cuma masalah sepele aja. Tinggal gimana kita menyikapi n menyiasatinya. So, kalo kita nemuin masalah jangan cepat-cepat menilai kalok itu gak ada jalan keluarnya or gak bisa diselesaiin. Tenangkan diri, lalu mulai deh berpikir simple coz kadang hidup gak segawat yang kita kira. Amen.
Di ambil dari Renungan Spirit Next Juni 2011 *Imelda  

(Salam from tdvdonny)

Rabu, 12 Februari 2014

Cari Pacar Itu Gampang

Rabu, 12 Februari 2014 
Cari Pacar Itu Gampang
Nas bacaan alkitab Yakobus 1 : 12 - 18
“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”  Yakobus 1 : 12

Sobat Muda, banyak orang dan terutama kamu-kamu yang jomblo akan protes dengan tema renungan ini.  Mudah apanya? Susah kali, nggak gampang bro. Justru kita merasa yang paling susah dapat pacar dibanding teman-teman kita yang lain. Kita bisa lihat di fesbuk, selalu ada saja teman kita tiba-tiba berubah statusnya dari single jadi in a relationship. Bahkan ada teman kita mungkin suka gonta ganti pacar lebih cepat dari dia ganti hape. Mungkin dalam hati kita protes, apa yang salah dengan diriku? Kenapa aku susah banget dapat pacar? Kenapa aku ga seperti orang-orang yang mudah dapat pacar?
Sobat Muda, mari kita renungkan. Apakah mudah mencari pacar? Kalo kita orangnya suka marah, kasar, ga suka bergau dengan orang lain, sombong, dll, itu jelas alasannya kenapa pacar ga juga hadir dalam kehidupan kita. Tapi, bagaimana kalo kita anak Tuhan yang baik, rendah hati, ramah, bahkan tampang pun tak kalah dibanding teman-temanmu yang sudah punya pacar. Justru baik kalo kita merasa mencari pacar/pasangan hidup itu nggak gampang. Why? Karena memang ga semua cowo/cewe layak menjadi pendamping hidupmu.
Sobat Muda, status jomblo dianggap sebagai hal yang malu-maluin. Tapi manakah yang lebih malu-maluin, jomblo sekian tahun kemudian dapat yang terbaik ataukah ga pernah jomblo tapi ga pernah dapat yang benar juga! Ayat renungan kita hari ini dalam Yakobus 1 : 12 “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” jadi penyemangat buat kita. Yup, masa-masa jomblo bisa jadi ujian buat anak-anak muda. Di masa inilah, kita diuji apakah kita bisa bertahan dengan ujian ini atau justru kita tak tahan uji. Tapi ingat Tuhan sudah atur semuanya buat kita, teruslah berusaha. Tuhan Memberkati Firman-Nya. Amen.

(Salam from tdvdonny)

Senin, 16 September 2013

DI MANA BUMI DI PIJAK DI SITU LANGIT DIJUNJUNG

Minggu, 16 September 2013 
"DI MANA BUMI DI PIJAK DI SITU LANGIT DIJUNJUNG"
(1 Petrus 2 : 11-17)
Oleh : Pdt. Sergius P. Tigor, S.Th.

Saat mana saya baru berkenalan dengan seseorang, ada yang bertanya “anda orang mana”, saya langsung menjawab “saya orang sini saja”. “Bukan! Maksud saya anda asalnya dari mana?” Saya terdiam sejenak, lalu saya katakan saya lahir di kota P, kakek saya berasal dari desa T, ayah saya dibesarkan di desa J, ibu saya berasal dari desa H, dan saya di besarkan di desa B, lalu saya berasal dari mana ya..? Yang pasti saya orang Dayak Ngaju.

Darah kita mungkin berbeda, mungkin tidak ada hubungan kekerabatan, tetapi sekarang di mana bumi kita pijak disitu kita menjalani kehidupan ini. Mungkin kita tidak berasal dari daerah ini, tetapi kita hidup di sini. Dan kita harus hidup sebagaimana mestinya dimana kita ada.

Yang pertama, perlu kita sadari bahwa kita adalah mahluk yang dinamakan “manusia”. Kita bukanlah “manusia super, bukan pula malaikat. Tentu kita bukan binatang, tetapi manusia seutuhnya yang hidup berdampingan dengan manusia lainnya. Kita ada karena mereka, dan mereka ada karena kita. Kita membutuhkan orang lain dan orang lain juga membutuhkan kita. Kita hidup di tengah-tengah manusia yang majemuk dan memiliki berbagai karakter dan gaya hidup, tradisi dan adat budaya serta kepercayaan masing-masing.

Kedua, kita dipanggil untuk hidup dimanapun kita berada untuk menjadikan hidup kita berguna bagi orang lain, membangun tatanan sosial masyarakat, mendukung pembangunan pemerintah, membela ketidakadilan dan penindasan atau penjajahan. Kita diutus kedalam dunia ini untuk mewujudkan “damai Sejahtera” bagi orang lain bagi masyarakat dan orang banyak di mana kita ada. Kita harus mengahargai orang lain, mengahargai adat, tradisi, budaya dan tata cara yang berlaku sah di mana kita ada.

Ketiga, kita bukanlah orang-orang perusak, perusuh, bukan oknum yang membodohi, melainkan mencerdaskan. Kita bukanlah orang-yang menjajah tetapi membawa kemakmuran bagi orang lain. Kita adalah pembawa terang bukan kegelapan. Kita bukan pemicu ancaman tetapi pioneer ketentraman. Kita bukanlah orang yang disumpahi tetapi yang selalu didoakan dengan doa syukur dan doa berkat.

Saudara, apapun kata orang itu tidaklah penting, namun apa yang telah kita lakukan bagi orang lain. “Dimana bumi di pijak di situ langit dijunjung. Kita menghormati Pemerintah yang memimpin kita dengan baik, kita menghormati segala aturan maupun adat istiadat. Kita menghormati hak hidup orang banyak dan Hak azasi manusia. Kita menghargai pendapat dan saran serta kritik orang lain yang membangun kebersamaan. Namun kita juga siap menentang ketidakadilan dan kesenjangan sosial serta menyuarakan kebenaran. Dan kita harus menunjukkan hidup yang bermartabat dan penuh kasih terhadap sesama manusia dan alam semesta, maka kita telah menjadi utusan yang memberitakan perbuatan Allah yang besar. Orang lain akan menilai kita dari apa yang kita lakukan, bukan hanya apa yang kita katakan. AMIN.

Salam from Admin

Minggu, 15 September 2013

Sang Idola

Minggu, 15 September 2013
“Sang Idola”
“Jangan ada padamu Allah lain dihadapan-Ku” (Kejadian 20 : 3)

Sahabat muda, pada umumnya hampir setiap orang mempunyai tokoh pujaan/idola, terlebih bagi kaum pemuda remaja yang sedang tumbuh mencari jati diri. Dia ingin menjadi seperti tokoh pujaannya, semua yang ada pada sang idola ditirunya mulai dari pakaian, dandanan, gaya, tatanan rambut dan lain-lain. Bahkan ada yang tidak segan-segan mengeluarkan banyak uang demi sang idola dan puja-puji untuknya tak pernah surut berhenti. Tetapi yang menjadi masalah adalah tidak sedikit dari tokoh-tokoh yang diidolakan! Oleh karena memburu kesenangan duniawi mereka tergelincir jatuh. Mereka telah mempraktekkan tindakan yang tidak senonoh, menyimpang dari kebenaran dan sesat. Diantara mereaka adalah artis, pejabat tinggi, ada juga aparat pemerintah, tokoh pendidikan dari perguruan tinggi terkemuka, bahkan ada pula tokoh-tokoh agama tertentu yang seharusnya menjadi panutan dan patut diidolakan namun perilakunya sunggu memalukan dan sangat mengecewakan!.

Sahabat muda, seringkali tanpa disadari seseorang telah berlebihan dalam mengidolakan tokoh manusia yang dikaguminya, sampai mengilahkannya dan melampaui Tuhan yang seharusnya disembah. Sang tokoh dipuja sedemikian rupa, sampai-sampai mengingkari dirinya sendiri dengan menginginkan menjadi tokoh yang diidolakan. Memiliki tokoh idola tidaklah salah, selama pemikiran dan sikap hidup sang idola memang menginspirasi, menyemangati dan meberikan teladan yang baik, serta tidak bertentangan dengan kehendak Allah. Seharusnyalah yang kita nomorsatukan dalam hidup ini adalah Allah, bukan yang lain. Dengan jelas Tuhan mengatakan bahwa tidak boleh ada Allah lain dihadapan-Nya, karena itu sembah sujud dan puji-pujian semestinya hanya untuk DIA.
Tuhan Memberkati. Amen!.

Diambil dari Renungan GKJ Sidomukti Salatiga Jawa Tengah.
Salam from Admin.

Minggu, 08 September 2013

Siap Diberkati?

Minggu, 08 September 2013
SIAP DIBERKATI?
Nas Bacaan : Yeremia 29 : 11 - 14a

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir” Pengkhotbah 3 : 11

Sahabat muda, kalian pernah nonton atau tahu film “The Odd Life Of Timothy Green”. Naaaa… di film itu di kisahkan satu keluarga yang merindukan kehadiran sosok seorang anak. Suatu hari keluarga tersebut diberi berkat yaitu seorang anak yang bernama Timothy. Apa yang terjadi setelah keluarga ini di berikan seorang anak? Yang terjadi malahan keluarga ini belum siap untuk menjadi orang tua yang baik. Mereka selalu menuntut Timothy untuk menjadi anak yang sempurna dan membanggakan buat mereka.

Sahabat muda, anak yang hadir dalam keluarga di kisah film “The Odd Life Of Timithy Green” adalah sebuah berkat yang luar biasa bagi mereka. Bayangin aja… sudah lama mereka pengen punya anak trus tiba-tiba dikasih oleh Tuhan. Pasti mereka senang bangettt!!!! Apalagi anak tersebut ganteng dan baik. Tapi apa yang terjadi?... Keluarga ini belum siap untuk menerima berkat dari Tuhan tersebut.

Sahabat muda, hal serupa juga sebetulnya dapat terjadi dalam kehidupan kita. Kita punya berbagai harapan. Tetapi kemudian apa yang kita temui ternyata tidak seperti yang kita mau. Bukannya Tuhan belum atau mungkin nggak ngasih apa yang kita mau/inginkan. Cuma kadang kita sendiri yang sebenarnya belum siap menerima berkat tersebut. Tuhan bisa saja ngasih apa yang kita inginkan, tapi apa yang kita inginkan belum tentu juga terbaik buat kita saat ini. Misalnya aja,… kita pengen punya pacar. Trus, apa kita sudah siap kalau dikasih pacar? Faktanya, ada lho yang setelah udah dapat pacar malah nyesel karena ngerasa gak bisa sebebas waktu masih jomblo.

Sahabat muda, so, jangan ngambek kalau ada kemauan, keinginan, atau harapan kita yang belum kesampaian. Tugas kita adalah nyiapin diri dan tetap percaya sama Tuhan. Ia akan membuat segala sesuatunya menjadi indah saat kita sudah siap menerimanya.

“Selalu bersyukurlah karena Rasa Syukur adalah pembuka kunci berkat”
Tuhan memberkati kita semua. Amen.

Salam from Admin.